;

Rabu, 22 Mei 2013

Kamboja Luncurkan Mobil Listrik Salip Indonesia

Salip Indonesia, Kamboja Luncurkan Mobil Listrik - Apa yang terjadi terhadap perintisan mobil listrik di Indonesia sungguh berbanding terbalik dengan di Kamboja. Tanpa gejolak aksi protes dan tindakan melawan hukum, diam-diam Kamboja meluncurkan mobil listrik pertamanya, Rabu (9/1), yang diberi nama Angkor EV 2013.

Salip Indonesia, Kamboja Luncurkan Mobil Listrik

Memiliki desain yang futuristik dengan pintu model scissor, mobil yang diproduksi Heng Development Company (HDC) itu karya orang lokal, yakni Nhean Phalloek. Walau produksi lokal, namun sebagian kecil komponennya masih dipasok dari luar Kamboja, seperti Jerman, China dan Jepang.

Seang Chen Heng, Direktur HDC, seperti dilansir Phnom Penh Post, mengatakan bahwa peluncuran Angkor EV mengalami penundaan yang cukup lama.

"Kami sempat menjalin kerjasama Maret 2011 dengan Chou Leang Alliance Group senilai US$ 20 juta untuk memproduksi 500 hingga 1.000 baterai per tahun, dengan 300 karyawan. Namun sampai enam bulan tidak terlaksana," beber Seang.

Angkor EV memiliki bangku 2+2, dengan jarak tempuh sejauh 300 km untuk sekali isi baterai dengan kecepatan maksimalnya 60 kpj. Model pintu scissor atau gunting dipilih agar semakin menarik perhatian. Interior juga futuristik, dilengkapi layar sentuh yang bisa menjalankan berbagai perintah.

Walau target penjualan masih belum bisa dipastikan, namun Angkor diberi banderol harga sekitar US$ 10.000 atau setara Rp. 96 juta. Harga ini jauh lebih murah ketimbang mobil listrik Indonesia garapan Dasep Ahmadi, yang rencananya dibanderol sekitar Rp. 200 juta

Kebangkitan industri otomotif Kamboja mulai tampak ketika pabrik komponen otomotif pertama di negara itu dibangun beberapa waktu lalu, di Provinsi Koh Kong. Pabrik ini siap memproduksi komponen apa saja berdasarkan pesanan untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif lokal. Dengan cara ini, harga jual lebih murah, pengiriman pun lebih cepat.(sumber)


 
Blogger Templates